Tampilkan postingan dengan label ortu ABK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ortu ABK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

Aku Bangga Memiliki ABK

ABK (Anak berkebutuhan Khusus) sering juga disebut anak istimewa, anak spesial, bahkan ada juga yang menyebut anak cacat. Ah, apapun sebutannya, aku bangga memilikinya. Ya, dong bangga. Memang sih, saat dulu awal-awal menyadari keterlambatan perkembangan Hanum, aku sempet down. Kemana-mana selalu merasa jadi pusat perhatian. Perasaan menjadi lebih sensitif. Lihat orang memandangi Hanum dengan aneh, langsung melotot sambil ngomel, “ Heh! Ngapain sih liat-liat! Nantang? Ngajakin berantem?” dalam hati tapi ngomelnya, hahaha. apalagi kalo ada teman bertanya, “Anaknya udah bisa apa?” Hadewhhh… pikiran su’udzon langsung muncul. “Ngapain sih tanya-tanya. Sombong banget mentang-mentang anaknya udah bisa macem-macem!” Ya, begitulah. Aku sulit mengendalikan emosi. Padahal pertanyaan seperti itu sangat wajar, kan? Aku juga sering nanyain itu sama teman-teman yang punya bayi. Tapi ya itu tadi, perasaanku menjadi sangat sensitif, melebihi PMS pokoknya.